mardi, août 15, 2006

Kenapa Angka 8 dan 9 Lebih Baik Dari Angka 10?


Pernahkah terpikir untuk menjadi sempurna? Haduh, saya pernah tapi tidak lagi. Saya takut. Sumpah..

Teringat ketika dulu masih dibangku SD, saya pernah mendapat nilai 10 untuk ulangan IPS karena bisa menjawab semua pertanyaan nama seluruh ibukota di Indonesia. Wah, sempuna sekali. Waktu itu rasanya bangga jadilah pamer kesana kesini kepada teman dan pastinya seseorang yang tidak boleh melewati waktu (yang jarang terjadi) itu, mamah.

Tapi sebenarnya pada saat itu pun saya merasakan kejanggalan, entah mengapa. Rasanya ada yang salah..

Beranjak dewasa, meninggalkan bangku SD hingga akhirnya sampai di bangku kuliah, saya terus merasakan kejanggalan itu. Setiap kali mendapat nilai 10 atau nilai lain yang artinya sama dengan 10 (baca: sempurna) saya tidak bisa merasakan kebahagian yang sama seperti ketika mendapat nilai 8 atau 9.

Angka 10. Untuk sebuah nilai ulangan, 10 artinya benar semua. Benar semua sama dengan Sempurna. Sempurna sama dengan menakutkan, bagi saya.

Menakutkan karena kesempurnaan seringkali menggiring kita menjadi manusia yang sombong. Menjadi sombong sampai lupa diri merasa kita sudah benar. Merasa sudah benar sampai akhirnya berhenti belajar. Padahal berhenti belajar sebenarnya saat dimana manusia mengalami kemuduran atau mungkin jalan ditempat.
Berhenti jalan ke depan.

Ini sama hal ketika saya pernah bertanya kepada seorang teman tentang pencerahan hidup. Dia bilang “Sekarang ini saya sudah tercerahkan kok..”

Saya dan seorang teman lainnya punya pendapat yang berbeda. Manusia pada dasarnya tidak akan pernah tercerahkan. Dalam artian waktu belajar manusia yang terlalu singkat akhirnya membuat manusia kehabisan waktu untuk terus belajar, terus mencari pencerahan. Padahal terlalu banyak pelajaran yang belum sempat kita pelajari dan mengerti. Tapi mau bilang apa? waktunya sudah habis.

Nah, angka 8 dan 9 lebih baik dari pada 10 karena apa hayooooh.....:)