dimanche, août 20, 2006
Yang Tidak Terbeli
Tahun-tahun belakangan ini, teman-teman pelan tapi pasti mulai terlihat menjadi individualis, mulai terfokus pada hidupnya masing-masing, pekerjaan sampai mencari pasangan untuk diajak kepelaminan. Satu persatu mulai menghilang. Memenuhi garis hidup nya.
Karena semua manusia (katanya) akhirnya berpasang-pasangan, Tampaknya saat ini saya harus siap kehilangan seorang sahabat. Kurang lebih lima tahun sahabatan, susah juga harus beradaptasi disituasi yang tidak menyenangkan seperti ini.
Menghasilkan teori-teori kehidupan yang hanya bisa dimengerti kita berdua, obrolan panjang disetiap perjalanan yang kerapkali berakhir dengan tersasar entah dibelahan bumi Jakarta bagian mana, mimpi-mimpi pergi jalan jauh, berlibur (yang akhirnya tidak akan pernah terwujud), menghadiri pernikahan berdua sementara teman-teman yang lain datang dengan pasangan yang berbeda dan kadang akhirnya datang dengan undangan pernikanan, melewatkan begitu banyak saat bersama tanpa tujuan jelas yang sering saya sebut 'waktu yang tidak akan pernah terbeli dengan uang'..
Hubungan yang jauh lebih menyenangkan dari sekedar pacaran. Tidak terbebani aturan dan keharusan yang mencekik. Hanya kebersamaan yang tidak menuntut lebih.
