samedi, octobre 07, 2006

Ramadhan, Bulan Kemunafikan?

Bulan yang suci, bulan menahan segala hawa nafsu sekaligus penuh pengampunan, begitu yang selama ini saya dengar setiap kali bulan Ramadhan tiba. Jadilah sejumlah sekelompok manusia yang tergabung dalam sebutan umat Islam berlomba menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Diawal bulan, biasanya, masjid dan mushala penuh sesak dengan umat muslim yang, terutama dimalam hari untuk menjalankan shalat tarawih.

Menjelang bulan puasa para umat islam ini saling meminta maaf, secara langsung atau melalui media komunikasi seperti sms (coba hitung keuntungan para provider..hmmm). Kurang lebih maksudnya ingin memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih. Pada saat menjalankan ibadah puasa umat islam pun menahan marah. Takut batal karena tidak bisa menahan emosi. Menahan napsu.

Pada sebuah akhir dari a
rgumentasi konyol teman saya membentak dengan nada tinggi mengatakan "ini bulan puasa!!!" wah? Diwaktu lain saya membaca sebuah permintaan maaf diawali dengan prolog yang buat saya sama konyolnya "its month of ramadhan time 2 hold everything..."

Konyol.

Jadilah saya kebingungan. Konsep bulan puasa yang penuh kedamaian malah jadi terlihat seperti sebuah tradisi yang tidak lebih dari sekedar berhenti sementara dari kebiasaan sehari-hari, kebiasaan buruk tentunya. Ramai-ramai minta maaf karena bulan Ramadhan. Susah payah menahan amarah lagi-lagi karena bulan Ramadhan. Jadilah bulan Ramadhan yang indah berubah menjadi bulan kemunafikan. Bulan yang konyol. Karena setelah lewat bulan Ramadhan, para umat islam pun kembali menjalani kehidupan normalnya. Mau marah boleh, mau berantem hayo juga. Tidak perlu lagi repot menahan marah karena sudah tidak puasa, tidak bikin batal...

Konyol.

Islam mengajarkan dan menganjurkan manusia untuk menjadi menjauhi hal-hal buruk seperti amarah, iri dan dengki. Islam pun mengajarkan kita untuk saling memaafkan. Jadilah, yang saya mengerti dari Islam adalah agar manusia senantiasa menjalani ajaran tersebut setiap saat BUKAN HANYA di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan sesungguhnya tidak ada bedanya dengan bulan yang lain. Bulan Ramadhan bukan waktunya manusia sibuk memakai topeng kebaikan.

Saya bukan seorang alim, bukan juga seorang pemeluk Islam yang sangat taat beragama. Saya masih banyak belajar tentang Islam. Banyak yang tidak saya mengerti. Tapi, bulan Ramadhan yang ada sekarang ini buat saya terlalu konyol.


Mungkin karena pemahaman agama saya yang begitu dangkalnya?