dimanche, octobre 15, 2006

Sumpelan Kuping

Satu atau dua tahun yang lalu waktu mp3, benda kecil yang bisa dibawa kemana-mana itu, sedang booming saya hanya menganggap kemajuan teknologi yang satu ini hanya sebagai angin lalu saja. Saya yang tidak sedemikian sukanya mendengarkan musik dan beranggapan percuma untuk punya apapun dari jenis mp3. Fungsinya tidak banyak, cuma mendengarkan musik dan musik. Waktu itu saya pikir tidak akan punya waktu juga untuk menyumpel kuping dengan earphone. Kalau hanya di Jakarta, dimana-mana juga bisa dengar musik tanpa perlu repot beli mp3 segala.

Lain halnya diluar negri, di London misalnya. Tinggal di zone 4 dan 5 butuh waktu lumayan lama untuk mencapai zone 1 sekalipun sudah pakai tube, apalagi pakai bis makan waktu berjam-jam untuk sampai ditempat tujuan yang berada di tengah kota. Waktu itu, jelas saja mp3 jadi suatu kebutuhan untuk menemani selama perjalanan, selain buku tentunya. Hanya saja pada perjalanan dipagi hari, buku malah cenderung membuat saya jatuh tertidur. Lagi pula disana, memakai benda-benda elektronik di kendaraan umum aman-aman saja.

Bisa dibayangkan perbedaan antara Double Decker dan Metromini atau Tube dengan Kereta ke Depok....

Namun dua bulan belakangan ini, dikantor setiap pagi, saya tanpa sadar jadi mulai sering menyumpel kuping dengar earphone tanpa tahu sebabnya. Sebenarnya tidak menyenangkan, repot. Belum lagi tidak bisa mendengar jadi bolot dan jadi terisolasi dari lingkungan sekitar. Lalu tiba-tiba saja terpikir untuk punya mp3 atau apalah yang bisa dipakai untuk menyumpel kuping.

Sambil sedikit kebingungan saya utarakan hal ini kepada seorang teman. Saya bilang, " Pengen beli mp3 dan sejenisnya gitu, tapi kok rasanya enggak penting yah. Fungsinya kurang lagian enggak suka-suka amat denger lagu". Teman saya menjawab, "Masa siy? Perasaan hampir setiap hari lo dengerin musik gitu kok." Wah, saya kaget juga. Iya yah belakangan memang saya sering menyumpal kuping untuk mendengar musik. Hmm..kenapa ya? Bukan anti dengan musik, hanya saja bingung juga dengan perubahan seperti ini. Tidak sadar pula.

Semakin dipikir saya jadi mulai menemukan jawabannya. Menyumpel kuping dengan musik sepertinya menjadi salah satu tempat saya berlindung dari hal-hal yang tidak menyenangkan, seperti suara-suara yang menggangu, suara-suara judes, suara-suara galak, suara-suara sumbang, atau kalimat-kalimat yang menyakitkan..anjing menggonggong?...

Berisik!!!


Oh well...my other kind of self defense mechanism...

Jadilah saya sekarang saya punya juga mp3. Benda kecil yang tadinya hanya sekedar sumapalan kuping sampai jadi suatu kebutuhan.

Kenapa belinya yang ini? Kebetulan waktu ingin beli liatnnya yang ini. Lagipula tipis. Enggak repot kayanya...