"Seorang suami mengaku memukuli istrinya setelah sang istri menolak melakukan hubungan intim."
"Seorang anak tega membakar bapaknya karena keinginan memiilki sepeda motor tidak dikabulkan."
Dulu, saya tidak habis pikir dengan banyaknya pemberitaan kasus kriminal seperti pembunuhan, kekerasan rumah tangga dan kejahatan lainnya. Yang dulu buat saya bingung adalah alasan-alasan dibalik kejahatan itu yang sebagian besar disebabkan hal sepele. Dan yang tidak kalah mengejutkan, kadang orang-orang terdekat si pelaku seringkali mengatakan pelaku dikenal sebagai orang yang sabar tidak banyak membuat keributan.Saat membaca berita kriminal seperti diatas, yang terlintas dikepala "kok bisa yah nyawa melayang cuma karena sepeda motor? kok bisa ya nafsu biologis yang tidak tersalurkan buat seorang suami membabi buta menyakiti istrinya?..." Rasanya sulit menemukan jawaban yang tepat untuk pertanyaan macam itu. Tapi di salah satu posting, saya sempat menulis 'bolehkah mematikan...'. Saat itu saya benar-benar jengkel dan kesal menghadapi orang dibagian administrasi dan sekretariat kampus. Waktu itu rasanya ingin orang itu lenyap dari muka bumi. Alias mati. Pernah juga timbul keinginan mencekik orang dihadapan saya, saat saya benar-benar kebingungan saat dia terus menerus mengatakan hal-hal yang menyakitkan, bahkan tetap diteruskan walaupun saya sudah mengatakan "anda menyakiti saya".Setelah emosi reda saya jadi terkejut sendiri. Kok bisa terpikir yang macam itu? Lalu teringat berita kriminal di koran. Apa ini yang dirasakan mereka-mereka itu? Emosi yang tidak terkendali bikin gelap mata dan setelah semuanya terjadi yang ada tinggal penyesalan. Saya bukan termasuk orang yang suka mencari masalah. Cenderung mundur pelan-pelan menjauh saat berhadapan dengan orang temperamental. Memasukan mereka dalam daftar "outlisted person". Dari pada berantem. Menghindar dari keributan kecil, apalagi besar. Tapi nyatanya saya kok juga punya juga perasaan seperti itu ya?...Kadang ada perasaan bergidik saat berdekatan dengan orang-orang terdekat. Selama ini saya merasa mereka semua baik-bak saja, kalau tidak mana mungkin jadi teman dekat. Tapi, melihat banyak kasus kriminal karena masalah sepele, saya merinding membayangkan dia yang dihadapan saya itu pada situasi tertentu bisa menjadi orang lain yang lain yang tidak kenal. Bahkan bercermin pada diri sendiri, pada postingan itu, rasanya saya juga tidak mengenal diri saya yang pada saat itu. Apalagi orang lain.Hanya bersyukur, Tuhan masih ada dan terus merangkul saya.