lundi, juin 25, 2007

Takut Ngomong

Assertiveness:
  • Standing up for your rights and not being taken advantage of.
  • Chat you really want in a clear fashion, respecting your own rights and feelings and the rights and feelings of others.
  • Honest and appropriate expression of one's feelings, opinions, and needs.

Menjadi assertive nampaknya mudah saja, tapi pada praktiknya sulit sekali. Berbagai cara sudah dilakukan agar bisa menjadi assertive, mulai dari membaca artikel hingga mendengarkan penjelasan langsung.

Sulit. Sulit sekali apalagi bila berada diposisi yang lemah.
Saat ini, rasanya sulit sekali mengutarakan suatu keberatan yagn ingin saya sampaikan pada seseorang. Setiap ingin mengatakannya, tiba-tiba bibir terasa kaku. Keadaan ini sungguh tidak nyaman. Ketika saatnya berlalu, cuma bisa merutuki diri sendiri. "Dasar tolol, tolol!!"
Saya adalah seorang perempuan Melayu yang sudah kenyang dengan didikan kolot tentang norma kesopanan. Norma kesopanan yang mengatakan "hormat kepada yang tua", "mendahulukan kebaikan untuk orang lain", "tidak boleh berkata kasar", "sabar", "jadi perempuan harus lemah lembut" dan berjuta norma kesopanan lainnya. Semua omong kosong yang akhirnya menjerumuskan kebanyakan perempuan (khususnya Melayu) seringkali tidak bisa mengutarakan . Padahal sudah tahu kerugiannya, tapi tetap saja sulit untuk merealisasikan assertive.
Salah satu faktor penyebab utama tidak mudah bagi perempuan untuk bisa mengutarakan pendapatnya adalah lingkungan. Selanjutnya adalah melawan rasa malu dan takut.
Saat ini saya sedang bersusah payah untuk berpikir secara positif, merubah segala steriotype kolot yang terlanjut tertanam sejak kecil, agar bisa mengutarakan suatu keberatan.