dimanche, août 17, 2008

Sombong

Sombong adalah salah satu tingkah manusia yang menyebalkan. Siapapun tidak suka berdekatan dengan orang yang suka menyombongkan diri. Malas rasanya.

Mereka yang memiliki sifat sombong ini pun ada banyak jenisnya. Sejauh yang saya coba klasifikasikan, ada tiga jenis sifat sombong (tidak tertutup kemungkinan adanya jenis lain)

Ada sombong yang dilakukan secara terang-terangan. Jenis yang seperti ini biasanya biasanya yang paling mudah mendapat cap "kampungan lu", "norak banget siy tu orang", dan umpatan-umpatan spontan lainnya. Umumnya, sobong jenis ini suka membanggakan hal-hal yang tidak begitu penting, seperti punya merk ini dan itu, pernah pergi ke negara ini dan itu, punya teman anaknya si ini dan itu, dan banyak hal tidak penting lainnya.

Jenis kedua adalah mereka yang bergaya sombong dengan "cantik". Tidak terang-terang, di awali dengan topik pembicaraan yang general, kesana kemari tapi ujungnya dia-dia juga. Untuk pendengar dengan otak berkapasitas sempit (sedikit ilmu), jenis yang kedua ini dengan mudah terlihat sangat low profile. "Waaaah, ternyata dia tu ini dan itu ya?...Hebaaaaat". Sedangkan, bagi pendengar dengan kapasitas otak sedang-sedang saja, sombong jenis ini biasanya membuat mereka bertanya-tanya. "ha? oh gitu ya? masa siy?". Kritis di otak tapi bingung juga bagaimana mau bertanya. "Something is wrong". Setelah bertanya pun, rasanya jawaban tidak juga memuaskan. Beruntung bagi mereka yang berkapasitas otak sangat besar, mereka yang tak HANYA punya banyak ilmu, namun juga memiliki sifat BIJAK. Bagi pendegar tingkat ini, biasanya hanya bereaksi dengan tersenyum-senyum saja. Jenis pendengar yang low profile.

Jenis terakhir, adalah sombong yang menyesatkan. Ironis.
Menyesatkan karena si orang sombong ini bahkan tidak sadar jika dirinya sombong. Jenis yang terakhir ini biasanya adalah mereka yang memiliki kelebihan dalam pada hal-hal, diantaranya, pengetahuan agama , ilmu pengetahuan, dan pengalaman hidup lebih dari 30-40 tahun TANPA diiringi dengan sifat BIJAK. Dengan ilmu agama yang banyak, ibadah yang dilakukan, serta atribut keagamaan yang melekat dan terpampang jelas, seseorang seringkali terjebak dengan perasaan lebih benar dari orang lain. Dengan gelar sarjana, master, doktor dan lain-lain, seringkali seseorang meremehkan sekelilingnya. Hanya karena hidup lebih lama, seseorang beranggapan pengalamannya adalah pelajaran hidup yang paling benar dan paling cocok bagi orang lain. Reaksi pendengar jenis ini sangat beragam, dari ter-hipnotis begitu saja, berargumen dan melecehkan balik, atau terdiam dan mendoakan saja.

Saya pribadi paling takut dengan jenis ketiga. Takut berhadapan dan takut tanpa sadar memiliki sifat tersebut.

Bagaimana dengan Anda?


dimanche, août 03, 2008

Tujuh Bulan Kemudian

Sebentar lagi bendara merah putih mulai berkibar disana sini. Perayaan tahunan hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Lima hari lagi perayaan Olimpiade juga akan segera berlangsung di tanggal 08.08.08. Tidak hanya orang-orang di Beiing saja, tahun ini Jakarta juga akan menggelar acara akbar yang berakibat pada kemacetan masal yang disebabkan banyaknya pasangan yang akan menjadi "raja dan ratu sehari" pada tanggal tersebut.

Agustus telah tiba, berarti tujuh bulan sudah saya berada di hidup baru setelah menjadi "raja dan ratu sehari". Selama itu, banyak hal yang terjadi. Merasakan hidup hanya berdua tanpa orang tua, mengurus semua kebutuhan sendiri, tertegun dan tersadar betapa banyaknya pengeluaran terutama yang kecil-kecil, pritilan.

Tujuh bulan, saya dan dia masih terus belajar banyak hal. Semuanya masih naik turun, pecah berantakan ditengah-tengah, menyusun keping demi keping yang berserakan bersama sambil pelan-pelan mencoba saling mengisi kelebihan, kekurangan, dan kekosongan yang ada.

Lima bulan lagi tidak terasa sudah satu tahun. Saya dan dia masih terus berduaan, menikmati hari-hari bersama. Mencari warna yang cocok untuk keluarga kecil ini sebelum berbaur lebih banyak dengan warna warni yang lain.

What a bless