lundi, août 14, 2006

Yiuk Berubah


Duh kemarin saya baru saja berdebat dengan seorang teman tentang bagaimana semestinya kita bersikap pada saat kita terinjak-injak. Setelah terus berdebat bolak-balik dengan alasan yang sama akhirnya saya putuskan untuk menyerah saja. Habis capek, terus berputar-putar dengan alasan yang sama akhirnya kesimpulannya itu-itu lagi...capek kan??

Saya bilang seharusnya setiap orang bisa melakukan suatu perubahan agar hidupnya lebih maju. Salah satunya ya speak up...apa lagi untuk suatu ketidakadilan.

Teman saya mulai mengatakan hal ini dan itu yang intinya (menurut saya) tidak lebih dari kebiasaan kebayakan para melayu. Bahwa itu semua tergantung individunya masing-masing. Karena tidak semua orang bisa mengekspresikan dan menyuarakan isi hatinya. Dan karena semua orang berbeda...

Yeah right!! betapa menyebalkan..mengatas namakan perbedaan untuk pembenaran atas kebiasaan bodoh yang tanpa sadar terlestarikan turun temurun.
Kebiasaan orang melayu..apalagi kalo bukan ngedumel-dumel dibelakang dan tersenyum palsu didepan...

Jenis yang seperti ini yang sering kali membuat saya ingin menutup mata, tertidur, dan melupakan betapa banyaknya ketidak adilan yang terus berlangsung diluar sana...

Padahal semua orang bisa merubah nasibnya bila dia berusaha. Semua orang bisa merubah jalan hidupnya bila dia mau berubah..

Menunggu orang lain menyuarakan isi hati, menolong, lalu mengekor dibelakangnya dan belaga pilon pada saat segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya...ckckck tahun 2006 looooh!!!!... perubahan bukan dosa hukumnya dan seandainya perubahan adalah dosa..yyyyiuk mari berubaaaaah:)

Ya sudahlah akhirnya saya menyerah saja. Demi perbedaan..(sambil geleng-geleng kepala belaga bijak..)